Panggil Aku Cunx

Just Another Dewanggini Laras Weblog

Lezzie..Mizzie..Lezbi.. 21 Oktober 2009

Diarsipkan di bawah: Oh Dunia, Psikologi — cunxcunx @ 10:16 am

Awalnya, beberapa minggu ini FS dan FB aku lagi laku keras sama orang-orang bule. Banyak banget orang bule yang nge`add. Kata semox mungkin wajahku eksotik bagi mereka. Tapi kenapa harus eksotik?
Setahuku para bule itu khan menganggap wajah eksotik itu khan wajah-wajah yang kayak ‘asisten’ ibuku a.k.a. p-e-m-b-o-k-a-t. Emang mukaku mirip ‘asisten’ ya? -_-“
Wong cantik kayak gini dibilang eksotik??

Fotoku Yang Cantik. Haha

*Sebenarnya siy emang pernah ada bule yang nawarin aku jadi baby sitter di rumahnya. Da**!! Ternyata wajahku memang eksotik. Wah, fotoku yang diupload ternyata gede juga ya.. Haha

Tapi emang akhir2 ini.. lebih banyak bule perempuan yang nge`add. Gpp siy kalau cuman nambah teman tapi kok primary photonya pada ‘istimewa sekali” semua ya? Coba2 buka profile mereka dan..

FAQAAAAAA?????!!!! Kok lesbong kabeh ngene yoh?
Satu, primary photo mereka seksi2 banget. Bukannya aku minder karena kalah seksi tapi ini mah bisa mengundang birahi khususnya para pria.
Kedua,profile mereka yang bisa dibuka kebanyakan isinya foto2 lesbian & isi komennya cup2 muah2an sesama perempuan
Ketiga,apa aku nggak takut kalau dikirim personal message isinya”Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!! You`re So Cute. ;)
Mungkin ketakutanku memang lebay tapi kalo primary photonya seperti cewek-cewek yang ada di rumah kaca jalan Dodol(bukan nama sebenarnya) rasanya terimakasih sudah add saya tapi saya ignore saja. :D
Dan setelah peristiwa itu, status FBq selalu update dengan tulisan caci-maki karena di`add para lesbi. T_T

Kenapa siy kok ada orang bisa jadi lesbi? Mungkin pertanyaan itu juga bisa aku tanyakan kepada orang gay. Sama-sama suka sejenis khan? Mungkin bedanya eksistensi para lesbi belom sevulgar para gay yang lebih ekspresif menampakkan diri mereka. Para lesbipun mungkin masih banyak yang memakai kedok sebagai wanita yang fenimin layaknya wanita normal, bahkan mungkin mereka sudah berkeluarga. Walaupun begitu, kayaknya udah banyak komunitas lesbi yang ada di internet. Coba aja cek di situs2 jejaring sosial, a.k.a. FB/FS. Googling apalagi. (sudah aku coba. Qeqeq)

Kalau bukti nyata? Hmm.. yup, saya pernah beberapa kali melihat langsung. Yang paling aku ingat siy waktu aku lagi naik ekskalator dan di depanku ada pasangan muda yang mesraaaaaa banget! Pokoknya sampai bisa jadi bahan gosip kami yang ada di belakangnya. Kalau dari belakang, memang nggak kelihatan kalau pasangan sesama. Begitu turun dari escalator, ternyata cewek-cewek toh. Dan ternyata yang ‘cowok’ itu teman lama saya. Duang! Luar binasa. Bok! Waktu itu aku masih kelas 2 SMA,bok! Jamanku masih SMA aja, udah begini.. apalagi sekarang?

Sepengetahuanku memang ada beberapa alasan kenapa mereka memilih untuk lebih tertarik dengan perempuan.
Satu, ada kelainan pada otak.
“Aku ini seorang laki-laki yang terperangkap dalam tubuh perempuan dan aku ingin menjalani operasi agar aku bisa jadi laki-laki sejati”

Dua, ada gangguan perkembangan seksualnya
Biasanya ini dikarenakan pernah memiliki pengalaman pahit dengan lawan jenis.
“Dulu aku pernah sakit hati banget sama cowok makanya sekarang aku lebih baik sama cewek aja”

Tiga, karena lingkungan
”Ayahku ingin sekali memiliki anak laki-laki & ingin aku menjadi seperti laki-laki yang tangguh. Sekarang aku harus benar-benar menjadi laki-laki sejati agar ayah bangga padaku”
Atau
“Aku pernah di :* teman perempuanku dan aku sangat menikmatinya sehingga aku ingin terus mengulanginya lagi”

Empat, merasa lebih aman
“Pacaran sesama cewek itu lebih aman dari kehamilan lebih safety dari penyakit kelamin,pokoknya nggak pernah ada kekhawatiran sejenis..!!”

Lima, budaya. Ini nih alasan yang paling bodoh
“Khan lagi nge-trend!!”

Well, apapun alasannya menurutku tetep aja menyimpang. Kalau menyimpang ya diluruskan. Bukannya dibenarkan karena alasan kemanusiaan. Di agama manapun kaum mereka memang dilarang khan?
Dulu ada yang pernah bilang sama aku, “Orang yang bersalah biasanya akan membuat alasan dengan cara melemparkan kesalahannya kepada orang/hal lain agar orang-orang tidak menganggap dirinya bersalah”.
Jadi jangan menyalahkan orang lain/keadaan yang membuat kamu jadi lesbian. Tiap pilihan pasti ada resikonya. Kalau emang memilih jadi seorang lesbian, ya jangan ngeluh resikonya jadi lesbian. Face The truth,Gals! :D

Trus caranya biar nggak lesbi, aku juga nggak tahu.
Yang aku tahu Tuhan memberi manusia akal, jadi kalau nggak digunakan dengan benar, trus apa bedanya sama makhluk hidup lainnya? :D

Trus gimana kalau berhadapan langsung dengan mereka? Ya biasa aja kaleeeee…
Pokok`e nek senggol aq, BACOK! ;p

Dan sekarang bagaimana kondisi FS dan FBq?
Sejak primary photoku aku ganti, bukan foto close-up lagi, sudah kembali normal.
Kalaupun masih ada, khan tinggal di`black list. :D

Well, people are not perfect because they are. So am I.
But I still normal ya.

* Btw.. gimana dengan pengalaman teman-temanku para pria yang ngakunya penjantan tangguh itu ya? Apa pernah punya pengalaman dengan MaHo (Manusia Homo)? Qeqeqe..

-Posting ini bukan untuk berpihak pada siapapun coz cuma buat sharing aja. Peace-

 

Bearhug = Dipeluk Beruang? Waaaaag… 27 Februari 2008

Diarsipkan di bawah: Psikologi — cunxcunx @ 9:21 pm


Apa hubungannya antara bear (beruang) dengan hug (pelukan) hayoooh? Yang pasti kalo kita dipeluk beruang, belum tentu kita bakal tersenyum saat itu. Yang ada malah teriak2 nggak karuan atau mungkin diem sambil pipis di celana bahkan mungkin bye-bye duniaaaaa… Hoho..

Kata Bearhug mungkin diartikan sebagai pemberian pelukan yang erat sehingga diibaratkan kayak lagi dipeluk oleh beruang yang dikenal memiliki rasa sayang yang besar, terutama pada keturunannya. Walau dengan tubuh besar dan terkesan beringasan tapi ia mampu bersikap lembut dalam membesarkan sang anak.
Bener juga kata pak Hidayat, Kenapa beruang yach? Khan masih banyak mamalia yang perilakunya mirip sama beruang..
Kenapa nggak Monkeyhug (monyet), Lionhug (singa), Gorillahug (gorila), Elephanthug (gajah), atau mungkin Duckhug (bebek)…??

Oke2.. Posting kali ini agak serius yach.. Kebetulan baru2 ini aq baca artikel tentang Sebuah Pelukan gitu deeeeh…. Apalagi kalo sama adek kecil,duuuuuuuh… rasanya gemes pengen meluk teyus! ^^ Dan secara nggak sadar saat sedang bermain kita spontan memberikan pelukan ketika si dedek membuat kita merasa tergelitik atas perilakunya yang lucu dan manja atau saat ia menangis lalu digendong sembari dengan memberikan pelukan untuk menenangkan si dedek.

Pada anak kecil, Bearhug ternyata dapat memberikan input “pressure-touch” dan proprioseptif ringan yang bersifat menenangkan. Melakukan bearhug juga nggak sulit. Pokoknya selama si dedek masih bisa bernafas dengan baik dan nggak bengek. :D Tapi kita nggak juga asal meluk ajahlah.. Terkadang di saat kita ingin memeluk mereka, si anak juga tidak segan untuk menolak jika ia merasa kurang nyaman dengan kita. Hubungan untuk dapat saling mempercayai (trusting relation) perlu dilakukan sebelum melakukan bearhug agar si anak mengetahui yang akan dilakukan tidak memiliki potensi bahaya bagi dirinya.

Nah, kalo pada anak hiperaktif, bearhug dapat membantu anak untuk lebih terarah (organize) dan tidak perlu terus melakukan eksplorasi yang berlebih pada lingkungan sekitar. Dalam memeluk juga nggak harus duduk kok! Selama kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif dan mampu membangun hubungan saling mempercayai, kita dapat memberikan pelukan pada seseorang. Apalagi ama anak kecil, lebih asyik kalo sedang bermain tuh! Lari2an.. Hahahaha… Jadi inget masa kecil aq… *dreaming

Bear Hug :

*info dari Pak Hidayat, artikelnya lupa.. :D

 

Cinta = Never Ending Topic (part.1) 13 Juli 2007

Diarsipkan di bawah: Psikologi — cunxcunx @ 6:01 pm

Gara-Gara temen2 lagi pada sharing soal cinta..
Topic blog2 saia yang semula temanya pengen ttg kuliah..
Akhirnya terpengaruh ke cinta pula..
Huakakakak..
Sebenernya cinta itu apa siy?
C – I – N – T – A
Waktu baca2 buku psikologi..
Konon, katanya, manusia itu satu-satunya makhluk yang bisa ngerasain cinta.
* Ada di Maslow & Eric Fromm..
Tapi Masalahnyaaaa…
Saking abstraknya, sulit banget di`ilmiahin..
Kata Om Stenberg, cinta = kisah.
Kisah yang ditulis @ orang..
Kisah yang merefleksikan kepribadian, minat, & perasaan orang terhadap suatu hubungan.
Kisah yang biasanya mempengaruhi orang gimana ia bersikap & bertindak dalam sebuah hubungan.
Ada teori punya dia tentang Segitiga Cinta (bukan cinta segitiga lhoh.)
Yaitu antara lain :
1. Intimacy (keintiman)  elemen emosi yang di dalamnya terdapat kehangatan, trust, & keinginan membina hubungan. Contohnya orang yg merasa dekat ama seseorang, betah kalo diajak ngobrol, kangen kalo lama nggak ketemu, & ada keinginan pengen gandengan tangan ato ngerangkul.
2. Passion (gairah)  elemen motivasional yang berdasarkan atas dorongan dalam diri yang bersifat (ehm!) seksual.
3. Commitment (komitmen)  elemen kognitif, yang berupa keputusan ngejalanin suatu kehidupan bersama.
Nah, kata pak stenberg pula..
Tiap komponen di atas itu pada @ orang beda2 juga porsinya..
Dan cinta dalam sebuah hubungan nggak selalu dalam konteks pacaran atau nikah.
Non – Love
Ketiga komponen ga ada.
Co: pertemanan biasa
Liking
Intimacy. Ada kedekatan, saling pengertian, dukungan emosional, & kehangatan.
Co: sahabat (boleh co – co, ce – ce, co – ce)
Infatuation
Passion.
Co: cinta pandangan pertama, ketertarikan fisik (biasanya gampang ilang)
Empty Love
Commitmen.
Co: pasangan yang udah nikah lama (pasangan usia lanjut misalnya)
Romantic Love
Intimacy & passion. Cuman ngelibatin gairah fisik & emosi yang kuat, tanpa ada komitmen.
Co: pacaran / perkawinan.
Companionate Love
Intimacy & Komitmen. Hubungan jangka panjang tanpa ada unsur seksual.
Co: Persahabatan suami-istri.
Fatous Love
Passion & Commitment. Hubungan dengan komitmen tertentu tapi cuman atas dasar gairah seksual.
Co: Kawin kontrak, Nge’dolly (ups!)
Consummate Love
Ini yang paling ideal. Ketiga komponennya ada. Hubungan cinta yang ideal.
Hubungan yang ideal itu biasanya pada tahap awal hubungan yang paling besar itu komponen Intimacy. Trus berlanjut ke passion yang lebih besar dan kemudian disertai dengan komitmen yang lebih besar, yaitu nikah.
Hmmmmpppphhh…!
Capek juga ngetik segini panjang..
Nah..
Untuk selanjutnya..
Kapan2 aja deh..
Masih binun mo ngenyingkatnya gimana..
Ini baru teori..
Bukan komen..
Huekekekek..
Yach, buat para calon psikolog..
Ini post bisa dijadikan referensi buat mata kuliah X (abis lupa namanya!huekekek..)