Awalnya, beberapa minggu ini FS dan FB aku lagi laku keras sama orang-orang bule. Banyak banget orang bule yang nge`add. Kata semox mungkin wajahku eksotik bagi mereka. Tapi kenapa harus eksotik?
Setahuku para bule itu khan menganggap wajah eksotik itu khan wajah-wajah yang kayak ‘asisten’ ibuku a.k.a. p-e-m-b-o-k-a-t. Emang mukaku mirip ‘asisten’ ya? -_-“
Wong cantik kayak gini dibilang eksotik??

*Sebenarnya siy emang pernah ada bule yang nawarin aku jadi baby sitter di rumahnya. Da**!! Ternyata wajahku memang eksotik. Wah, fotoku yang diupload ternyata gede juga ya.. Haha
Tapi emang akhir2 ini.. lebih banyak bule perempuan yang nge`add. Gpp siy kalau cuman nambah teman tapi kok primary photonya pada ‘istimewa sekali” semua ya? Coba2 buka profile mereka dan..
FAQAAAAAA?????!!!! Kok lesbong kabeh ngene yoh?
Satu, primary photo mereka seksi2 banget. Bukannya aku minder karena kalah seksi tapi ini mah bisa mengundang birahi khususnya para pria.
Kedua,profile mereka yang bisa dibuka kebanyakan isinya foto2 lesbian & isi komennya cup2 muah2an sesama perempuan
Ketiga,apa aku nggak takut kalau dikirim personal message isinya”Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!! You`re So Cute.
”
Mungkin ketakutanku memang lebay tapi kalo primary photonya seperti cewek-cewek yang ada di rumah kaca jalan Dodol(bukan nama sebenarnya) rasanya terimakasih sudah add saya tapi saya ignore saja. ![]()
Dan setelah peristiwa itu, status FBq selalu update dengan tulisan caci-maki karena di`add para lesbi. T_T
Kenapa siy kok ada orang bisa jadi lesbi? Mungkin pertanyaan itu juga bisa aku tanyakan kepada orang gay. Sama-sama suka sejenis khan? Mungkin bedanya eksistensi para lesbi belom sevulgar para gay yang lebih ekspresif menampakkan diri mereka. Para lesbipun mungkin masih banyak yang memakai kedok sebagai wanita yang fenimin layaknya wanita normal, bahkan mungkin mereka sudah berkeluarga. Walaupun begitu, kayaknya udah banyak komunitas lesbi yang ada di internet. Coba aja cek di situs2 jejaring sosial, a.k.a. FB/FS. Googling apalagi. (sudah aku coba. Qeqeq)
Kalau bukti nyata? Hmm.. yup, saya pernah beberapa kali melihat langsung. Yang paling aku ingat siy waktu aku lagi naik ekskalator dan di depanku ada pasangan muda yang mesraaaaaa banget! Pokoknya sampai bisa jadi bahan gosip kami yang ada di belakangnya. Kalau dari belakang, memang nggak kelihatan kalau pasangan sesama. Begitu turun dari escalator, ternyata cewek-cewek toh. Dan ternyata yang ‘cowok’ itu teman lama saya. Duang! Luar binasa. Bok! Waktu itu aku masih kelas 2 SMA,bok! Jamanku masih SMA aja, udah begini.. apalagi sekarang?
Sepengetahuanku memang ada beberapa alasan kenapa mereka memilih untuk lebih tertarik dengan perempuan.
Satu, ada kelainan pada otak.
“Aku ini seorang laki-laki yang terperangkap dalam tubuh perempuan dan aku ingin menjalani operasi agar aku bisa jadi laki-laki sejati”
Dua, ada gangguan perkembangan seksualnya
Biasanya ini dikarenakan pernah memiliki pengalaman pahit dengan lawan jenis.
“Dulu aku pernah sakit hati banget sama cowok makanya sekarang aku lebih baik sama cewek aja”
Tiga, karena lingkungan
”Ayahku ingin sekali memiliki anak laki-laki & ingin aku menjadi seperti laki-laki yang tangguh. Sekarang aku harus benar-benar menjadi laki-laki sejati agar ayah bangga padaku”
Atau
“Aku pernah di :* teman perempuanku dan aku sangat menikmatinya sehingga aku ingin terus mengulanginya lagi”
Empat, merasa lebih aman
“Pacaran sesama cewek itu lebih aman dari kehamilan lebih safety dari penyakit kelamin,pokoknya nggak pernah ada kekhawatiran sejenis..!!”
Lima, budaya. Ini nih alasan yang paling bodoh
“Khan lagi nge-trend!!”
Well, apapun alasannya menurutku tetep aja menyimpang. Kalau menyimpang ya diluruskan. Bukannya dibenarkan karena alasan kemanusiaan. Di agama manapun kaum mereka memang dilarang khan?
Dulu ada yang pernah bilang sama aku, “Orang yang bersalah biasanya akan membuat alasan dengan cara melemparkan kesalahannya kepada orang/hal lain agar orang-orang tidak menganggap dirinya bersalah”.
Jadi jangan menyalahkan orang lain/keadaan yang membuat kamu jadi lesbian. Tiap pilihan pasti ada resikonya. Kalau emang memilih jadi seorang lesbian, ya jangan ngeluh resikonya jadi lesbian. Face The truth,Gals!
Trus caranya biar nggak lesbi, aku juga nggak tahu.
Yang aku tahu Tuhan memberi manusia akal, jadi kalau nggak digunakan dengan benar, trus apa bedanya sama makhluk hidup lainnya?
Trus gimana kalau berhadapan langsung dengan mereka? Ya biasa aja kaleeeee…
Pokok`e nek senggol aq, BACOK! ;p
Dan sekarang bagaimana kondisi FS dan FBq?
Sejak primary photoku aku ganti, bukan foto close-up lagi, sudah kembali normal.
Kalaupun masih ada, khan tinggal di`black list.
Well, people are not perfect because they are. So am I.
But I still normal ya.
* Btw.. gimana dengan pengalaman teman-temanku para pria yang ngakunya penjantan tangguh itu ya? Apa pernah punya pengalaman dengan MaHo (Manusia Homo)? Qeqeqe..
-Posting ini bukan untuk berpihak pada siapapun coz cuma buat sharing aja. Peace-
